BUDAYA KORUPSI
Korupsi bukan lagi rahasia umum. Manusia memahami tindakan korupsi adalah hal yang biasa. Korupsi dianggap bagian dari kehidupan birokrasi, dan masyarakat sudah biasa dengan hal itu. Masyarakat berhubungan dengan birokrasi pasti korupsi atau kolusi. Contoh, pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau SIM, masyarakat sudah berfikir seberapa banyak uang untuk birokrasi, prosesnya lama dan menakutkan karena perilaku birokrasi yang ganas bagai “harimau”. Oleh karena itu, korupsi menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dan birokrasi, tanpa korupsi tidak ada yang dapat diselesaikan, semuanya macet, jalan mulus apabilan dilicinkan dengan uang. Ini-lah KORUPSI MENJADI SEBUAH BUDAYA.
KORUPSI VS TERORIS
Apa persamaan dan perbedaan antara korupsi dan teroris?. Korupsi dan Teroris dikategorikan sebagai tindakan kejahatan. Korupsi merampas kekayaan milik orang lain, Negara, perusahaan, dan hak- hak rakyat. Teroris merampas nyawa orang lain. Jika ditanya, mana yang paling bahaya antara teroris dan korupsi?. Hemat saya, korupsi lebih bahaya dari pada teroris, argumenya, yakni: tindakan teroris mencakup wilayah yang terbatas dan korban pun terbatas. Korupsi memiliki pengaruh yang luas. Korupsi seorang bupati akan mempengaruhi masa depan seluruh masyarakat yang ada di daerah tersebut. HATI -HATI DENGAN TINDAKAN KORUPSI.
***Salahudin***